JURNAL
ARSITEKTUR KOMPUTER TENTANG PERKEMBANGAN PROCESSOR
Abstrak
CPU (Central Processing
Unit) atau Processor adalah komponen berupa chip atau IC berbentuk persegi
empat yang merupakan otak dan pengendali proses kinerja komputer, dengan
dibantu oleh komponen lainnya. Semakin besar nilainya, semakin cepat proses eksekusi pada komputer. Tanpa processor komputer hanyalah sebuah mesin yang tak bisa apa-apa. Pekembangan processor dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang begitu cepat bahka para pioner seperti Intel dan AMD selalu bersaing. Banyak sejarah-sejarah yang dialami processor-processor Intel sebelum Processor tersebut menjadi sehebat sekarang yang processornya sekarang dijuluki Otak Komputer tercepat di dunia yaitu Core i7 dan Corei7 Extreem yang tercepatnya.
Kata K
Kata Kunci : Perkembangan processor dari generasi ke generasi
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Pengertian CPU (Central
Processing Unit) atau Processor adalah komponen berupa chip atau IC berbentuk persegi empat yang merupakan otak dan
pengendali proses kinerja komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya. rumusan
masalah proses
kinerja komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya.
2. Pembahasan Masalah
a.
Apa pengertian processor?
b. Apa saja
bagian- bagian dari prosesor?
c.
Bagaimana perkembangan processor
3.
Tujuan Masalah
a. Untuk
mengetahui pengertian processor
b. Untuk
mengetahui berbagai bagian dari processor
c. Untuk
mengetahui tentang perkembangan processor
BAB II
PEMBAHASAN DAN HASIL
A.
Definisi
CPU (Central
Processing Unit) atau Processor adalah komponen berupa chip atau IC
berbentuk persegi empat yang merupakan otak dan pengendali proses kinerja
komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya. Satuan kecepatan processor
adalah Mhz (Mega Heartz) atau Ghz (1000 MegaHeartz). Semakin besar nilainya,
semakin cepat proses eksekusi pada komputer. Tanpa processor komputer hanyalah
sebuah mesin yang tak bisa apa-apa. Pekembangan processor dari tahun ke tahun
mengalami peningkatan yang begitu cepat bahka para pioner seperti Intel dan AMD
selalu bersaing. Banyak sejarah-sejarah yang dialami processor-processor Intel
sebelum Processor tersebut menjadi sehebat sekarang yang processornya sekarang
dijuluki Otak Komputer tercepat di dunia yaitu Core i7 dan Corei7 Extreem yang
tercepatnya.
1.
Bagian – bagian dalam processor
a. ALU (Arithmetic and Logical Unit)
Tugas utama
ALU adalah melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi
sesuai dengan intruksi program. ALU melakukan semua operasi aritmatika dengan
dasar penjumlahan sehingga sirkuit elektronik yang digunakan disebut adder.
Tugas lain
ALU adalah melakukan keputusan operasi logika sesuai dengan instruksi program.
Operasi logika meliputi perbandingan dua operand dengan menggunakan operator
logika tertentu, yaitu sama dengan (=), tidak sama dengan, kurang dari (<),
kurang atau sama dengan (<=), lebih besar dari (>), dan lebih besar atau
sama dengan (=>).
b. CU (Control Unit)
CU merupakan pengatur lalu lintas data yang mempunyai fungsi
berikut:
a. Mengatur dan
mengendalikan alat input dan output.
b. Mengambil
instruksi memori utama.
c. Mengambil
data memori utama (jika diperlukan) untuk diproses.
d. Mengirim
instruksi ke ALU jika terdapat perhitungan aritmatika atau perbandingan logika
serta mengawasi kerja ALU.
e. Menyimpan
hasil proses ke memori utama
c. MU (Memory Unit)
MU adalah
alat penyimpanan kecil yang mempunyai kecepatan akses cukup tinggi. Digunakan
untuk menyimpan data dan intruksi yang sedang diproses, sementara data dan
intruksi lain yang menunggu giliran untuk diproses masih disimpan dalam memori
utama. Memori ini disebut cache memory yang dibenamkan pada processor
sehingga processor akan lebih cepat melakukan proses eksekusi.
2. Fungsi sebuah processor
a. Tempat
mengatur semua intruksi program pada komputer.
b. Pengelola
semua aktivitas kinerja di dalam komputer.
3.
Istilah-istilah yang digunakan pada teknologi
processor
a) Bus clock
atau FSB (Front Side Bus)
Bus clock adalah
lebar jalur transfer data pada processor yang berfungsi mengirim dan
mengambil data dari komponen komputer. FSB ini sering digunakan dengan istilah
“PC”. Sebagai gambaran, Intel Pentium IV 1.6 Ghz PC-400, berarti processor tersebut
bekerja pada bus atau FSB 400 Mhz dan dalam satu kali pengiriman data, processor
mampu mengirim data sebanyak 400 juta. Kemampuan FSB pada processor harus
ditunjang dengan kemampuan FSB yang dimiliki motherboard agar diperoleh
kinerja yang maksimal.
b) Clock speed
processor
Clock speed
processor adalah kecepatan processor dalam melakuan
proses data atau eksekusi perintah yang bisa diselesaikan dalam waktu satu
detik. Misalnya, Intel Pentium IV 1,6 Ghz, berarti processor mempunyai
kecepatan untuk eksekusi perintah sebesar 1600 juta dalam satu detik. Semakin
besar nilai clock speed, semakin cepat processor tersebut
menyelesaikan pekerjaannya.
Nilai pada clock
speed pada processor diperoleh dari hasil perkalian antara FSB dan multiplier
yang ada pada motherboard. Contohnya, komputer Pentium IV 2,66 Ghz (2660
Mhz) dengan FSB atau PC 133 Mhz dan nilai multiplier yang digunakan
sebesar 20x, sistem perkalian yang digunakan adalah clock speed (2660
Mhz) = FSB (133 Mhz) x multiplier (20).
c) Cache memory
Cache memory adalah
jenis memori yang dibenamkan pada processor dan berfungsi menyimpan
perintah yang dilakukan oleh processor. Cache memory pada processor
dibagi menjadi dua macam:
1.
Cache first level atau dikenal dengan cache L1. Umumnya, processor
menggunakan L1 berkembang mulai darri 8Kb, 64Kb, sampai 128Kb.
2.
Cache second level atau dikenal dengan cache L2 . Ini umumnya processor
memiliki kapasitas lebih besar daripada yang digunakan pada cache L1
dan sekarang dikenal dengan istilah “core”. Pada jenis processor lama, cache
L2 terdapat pada motherboard. Namun, perkembangan processor jenis
yang baru cache L2 ini sudah dibenamkan langsung di dalam processor
sehingga lebih mempercepat kinerja processor untuk mengeksekusi dan
transfer data. Kapasitas cache L2 berkembang mulai 128MB hingga yang
terbaru mencapai 2GB.
d) Overclock
CPU (Central Processing Unit)
Overclock CPU adalah
teknik untuk meningkatkan atau menaikkan nilai clock speed processor dari
kecepatan normal yang dimiliki oleh processor. Overlock ini
dilakukan dengan mengubah setting nilai FSB dan multiplier pada motherboard.
Pada motherboard dan processor jenis lama, setting
dilakukan dengan mengubah posisi jumper FSB atau multiplier pada motherboard,
sedangkan pada jenis motherboard yang baru, setting overclock
dilakukan dengan mengubah nilai FSB dan multiplier yang ada pada BIOS.
Contoh teknik overclock, yaitu clock speed (2660 Mhz) = FSB (133
Mhz) x multiplier (20), diubah menjadi clock speed 2800 Mhz
dengan mengganti nilai multipllier menjadi 21.
Teknik overclock
ini akan lebih mempercepat kinerja komputer, tetapi akan menyebabkan komputer
lebih cepat panas dan rusak jika tidak ditunjang dengan sistem pendingin
komputer yang terbaik. Processor akan lebih cepat dalam mengatur dan
mengelola semua instruksi program dalam kinerjanya, jika didukung dengan
kapasitas FSB dan L2 cache yang tinggi, dibandingkan dengan processor
yang memiliki nilai clock speed atau CPU clock yang tinggi.
Misalnya, perbandingan kecepatan processor dengan clock speed 2,8
Ghz, L2 cache 1 MB dan FSB 533 Mhz (processor kelas Pentium IV)
dengan processor clock speed 1,86 Ghz, L2 Cache 2 MB, dan
FSB 1066 Mhz (processor kelas Core 2 duo), kinerja processor kelas
core 2 duo akan lebih cepat dibandingkan kinerja processor kelas Pentium
IV, walaupun memiliki
nilai clock speed lebih rendah dibandingkan processor kelas
Pentium.
4.
Troubleshooting
a. Masalah pada
processor biasanya menyebabkan tampilan pada layar blank tanpa
bunyi apa pun. Hal ini terjadi karena:
a)
Processor mati atau rusak
b)
Processor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena
melakukan overclock atau karena kipas pada processor tidak
berfungsi.
b. Solusinya
adalah dengan mengganti dengan processor yang baru.
Berikut ini beberapa cara untuk merawat processor,
agar selalu berfungsi dengan baik:
a)
Gunakan heatsink dan kipas yang bagus.
b)
Sering membersihkan heatsink dan kipas yang menempel pada processor.
c)
Rapikan kabel yang ada di dalam casing.
d)
Hindari melakukan teknik overclock agar processor tidak mudah
panas dan usia processor dapat lebih panjang.
c. Perbedaan processor
antar generasi
a) Perbedaan clock
speed.
b) Perbedaan
besar cache size.
c) Banyaknya Core
dalam suatu processor.
d) Processor yang baru
lebih sedikit mengkonsumsi daya listrik.
e) Perbedaan
pada banyaknya bus system dan bus address.
B.
Perkembangan Processor
1) Pada tahun
1971 prosesor Intel mengeluarkan processor seri MCS4 yang merupakan cikal bakal
dari prosesor i4040. Processor 4 bit ini yang direncanakan untuk menjadi otak
calculator, pada tahun yang sama (1971), intel membuat revisi ke i440. Awalnya
dipesan oleh sebuah perusahaan Jepang untuk pembuatan kalkulator , ternyata
prosesor ini jauh lebih hebat dari yang diharapkan sehingga Intel membeli hak
guna dari perusahaan Jepang tersebut untuk perkembangan dan penelitian
lebih lanjut. Di sinilah cikal bakal untuk perkembangan ke arah prosesor
komputer.
2) karena
multivoltage, lalu baru muncul processor i8080, disini ada perubahan yaitu jadi
triple voltage, pake teknologi NMOS (tidak PMOS lagi), dan mengenalkan pertama kali
sistem clock generator (pake chip tambahan), dikemas dalam bentuk DIP Array 40
pins. Kemudian muncul juga processor 2: MC6800 dari Motorola -1974, Z80 dari
Zilog -1976 (merupakan dua rival berat), dan prosessor-prosessor lain seri 6500
buatan MOST, Rockwell, Hyundai, WDC, NCR, dst. Z80 full compatible dengan i8008
hanya sampai level bahasa mesin. Level bahasa rakitannya berbeda (tidak
kompatibel level software). Prosesor i8080 adalah prosesor dengan register
internal 8-bit, bus eksternal 8-bit, dan memori addressing 20-bit (dapat
mengakses 1 MB memori total), dan modus operasi REAL.
3) Pada tahun
1977 muncul prosessor tipe 8085, clock generatornya onprocessor, cikal bakalnya
penggunaan single voltage +5V (implementasi sampai dengan 486DX2, pada DX4 mulai
+3.3V, dst).
4) Pada tahun
1978 muncul prosessor i8086, prosesor ini memiliki register 16-bit, bus data
eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Prosessor ini juga dilengkapi
dengan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka , sehingga
harganya menjadi sangat mahal.
Untuk menjawab tuntutan pasar yang semakin berkembang,
maka Intel mengeluarkan prosessor tipe i8088 16bit bus internal, 8bit bus
external. Sehingga i8088 dapat memakai komponen peripheral 8bit bekas i8008.
IBM memilih chip ini untuk pebuatan IBM PC karena lebih murah daripada i8086.
Kalau saja CEO IBM waktu itu tidak menyatakan PC hanyalah impian sampingan
belaka, tentu saja IBM akan menguasai pasar PC secara total saat ini. IBM PC
first release Agustus 1981 memiliki 3 versi IBM PC, IBM PC-Jr dan IBM PC-XT
(extended technology). Chip i8088 ini sangat populer, sampai NEC meluncurkan
sebuah chip yang dibangun berdasarkan spesifikasi pin chip ini, yang diberi
nama V20 dan V30. NEC V20 dan V30 adalah processor yang compatible dengan intel
sampai level bahasa assembly (software). Chip 8088 dan 8086 kompatibel penuh
dengan program yang dibuat untuk chip 8080, walaupun mungkin ada beberapa
program yang dibuat untuk 8086 tidak berfungsi pada chip 8088 (perbedaan lebar
bus).
5) Di tahun
selanjutnya Intel mengeluarkan prosessor tipe i80186 dan i80188. Sejak
munculnya prosesor tipe i80186, prosessor mulai dikemas dalam bentuk PLCC, LCC
dan PGA 68 kaki.. i80186 secara fisik berbentuk bujursangkar dengan 17 kaki
persisi (PLCC/LCC) atau 2 deret kaki persisi (PGA) dan mulai dari i80186 inilah
chip DMA dan
interrupt controller disatukan ke dalam processor. semenjak menggunakan 286,
komputer IBM menggunakan istilah IBM PC-AT (Advanced Technology)dan mulai
dikenal pengunaan istilah PersonalSystem (PS/1). Dan juga mulai dikenal
penggunaan slot ISA 16 bit yang dikembangkan dari slot ISA 8 bit , para cloner
mulai ramai bermunculan. Ada AMD, Harris & MOS yang compatible penuh dengan
intel. Di 286 ini mulai dikenal penggunaan Protected Virtual Adress Mode yang
memungkinkan dilakukannya multitasking secara time sharing (via hardware
resetting).
Lalu untuk
meraih momentum yang hilang dari chip i8086, Intel membuat i80286, prosesor
dengan register 16-bit, bus eksternal 16-bit, mode protected terbatas yang
dikenal dengan mode STANDARD yang menggunakan memori addressing 24-bit yang
mampu mengakses maksimal 16 MB memori. Chip 80286 ini tentu saja kompatibel
penuh dengan chip-chip seri 808x sebelumnya, dengan tambahan beberapa set
instruksi baru. Sayangnya chip ini memiliki beberapa bug pada desain
hardware-nya, sehingga gagal mengumpulkan pengikut.
6) Pada tahun
1985, Intel meluncurkan desain prosesor yang sama sekali baru: i80386. Sebuah
prosesor 32-bit , dalam arti memiliki register 32-bit, bus data eksternal
32-bit, dan mempertahankan kompatibilitas dengan prosesor generasi sebelumnya,
dengan tambahan diperkenalkannya mode PROTECTED 32-BIT untuk memori addressing
32-bit, mampu mengakses maksimum 4 GB, dan tidak lupa tambahan beberapa
instruksi baru. Chip ini mulai dikemas dalam bentuk PGA (pin Grid Array).
Prosesor Intel sampai titik ini belum menggunakan unit FPU secara internal .
Untuk dukungan FPU, Intel meluncurkan seri 80×87. Sejak 386 ini mulai muncul
processor cloner : AMD, Cyrix, NGen, TI, IIT, IBM (Blue Lightning) dst,
macam-macamnya :
a.
i80386 DX (full 32 bit)
b.
i80386 SX (murah karena 16bit external)
c.
i80486 DX (int 487)
d.
i80486 SX (487 disabled)
e.
Cx486 DLC (menggunakan MB 386DX, juga yang lain)
f.
Cx486 SLC (menggunakan MB 386SX)
g.
i80486DX2
h.
i80486DX2 ODP
i.
Cx486DLC2 (arsitektur MB 386)
j.
Cx486SLC2 (arsitektur MB 386)
k.
i80486DX4
l.
i80486DX4 ODP
m. i80486SX2
n.
14.Pentium
o.
Pentium ODP
7) Sekitar
tahun 1989 Intel meluncurkan i80486DX. Seri yang tentunya sangat populer,
peningkatan seri ini terhadap seri 80386 adalah kecepatan dan dukungan FPU
internal dan skema clock multiplier (seri i486DX2 dan iDX4), tanpa tambahan
instruksi baru. Karena permintaan publik untuk prosesor murah, maka Intel
meluncurkan seri i80486SX yang tak lain adalah prosesor i80486DX yang sirkuit
FPU-nya telah disabled. Seperti yang seharusnya, seri i80486DX memiliki
kompatibilitas penuh dengan set instruksi chip-chip seri sebelumnya. AMD dan
Cyrix kemudian membeli rancangan prosesor i80386 dan i80486DX untuk membuat
prosesor Intel-compatible, dan mereka terbukti sangat berhasil. Pendapat saya
inilah yang disebut proses ‘cloning’, sama seperti cerita NEC V20 dan V30. AMD
dan Cyrix tidak melakukan proses perancangan vertikal (berdasarkan sebuah chip
seri sebelumnya), melainkan berdasarkan rancangan chip yang sudah ada untuk
membuat chip yang sekelas.
8) Pada tahun
1993, dan Intel meluncurkan prosesor Pentium. Peningkatannya terhadap i80486:
struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih tinggi , dan pipelining,
TANPA instruksi baru. Tidak ada yang spesial dari chip ini, hanya fakta bahwa
standar VLB yang dibuat untuk i80486 tidak cocok (bukan tidak kompatibel)
sehingga para pembuat chipset terpaksa melakukan rancang ulang untuk mendukung
PCI. Intel menggunakan istilah Pentium untuk meng”hambat” saingannya. Sejak
Pentium ini para cloner mulai “rontok” tinggal AMD, Cyrix . Intel menggunakan
istilah Pentium karena Intel kalah di pengadilan paten. alasannya angka tidak
bisa dijadikan paten, karena itu intel mengeluarkan Pentium menggunakan
TM. AMD + Cyrix tidak ingin tertinggal, mereka mengeluarkan standar Pentium
Rating (PR) sebelumnya ditahun 92 intel sempat berkolaborasi degan Sun, namun gagal
dan Intel sempat dituntut oleh Sun karena dituduh menjiplak rancangan Sun.
Sejak Pentium, Intel telah menerapkan kemampuan Pipelining yang biasanya cuman
ada diprocessor RISC (RISC spt SunSparc). Vesa Local Bus yang 32bit adalah
pengembangan dari arsitektur ISA 16bit menggunakan clock yang tetap karena
memiliki clock generator sendiri (biasanya >33Mhz) sedangkan arsitektur PCI
adalah arsitektur baru yang kecepatan clocknya mengikuti kecepatan clock
Processor (biasanya kecepatannya separuh kecepatan processor). Jadi Card VGA
PCI kecepatannya relatif tidak akan sama di frekuensi MHz processor yang
berbeda alias makin cepat MHz processor, makin cepat PCI-nya.
9) Pada tahun
1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam
prosesor menuntut dibuatnya socket 8. Pin-pin prosesor ini terbagi 2 grup: 1
grup untuk cache memori, dan 1 grup lagi untuk prosesornya sendiri, yang tak
lebih dari pin-pin Pentium yang diubah susunannya. Desain prosesor ini
memungkinkan keefisienan yang lebih tinggi saat menangani instruksi 32-bit,
namun jika ada instruksi 16-bit muncul dalam siklus
instruksi 32-bit, maka prosesor akan melakukan pengosongan cache sehingga proses
eksekusi berjalan lambat. Cuma ada 1 instruksi yang ditambahkan: CMOV
(Conditional MOVe).
10) Pada tahun 1996, prosesor Pentium MMX.
Sebenarnya tidak lebih dari sebuah Pentium dengan unit tambahan dan set
instruksi tambahan, yaitu MMX. Intel sampai sekarang masih belum memberikan
definisi yang jelas mengenai istilah MMX. Multi Media eXtension adalah istilah
yang digunakan AMD. Ada suatu keterbatasan desain pada chip ini: karena modul
MMX hanya ditambahkan begitu saja ke dalam rancangan Pentium tanpa rancang
ulang, Intel terpaksa membuat unit MMX dan FPU melakukan sharing, dalam arti
saat FPU aktif MMX non-aktif, dan sebaliknya. Sehingga Pentium MMX dalam mode
MMX tidak kompatibel dengan Pentium.
Bagaimana
dengan AMD K5? AMD K5-PR75 sebenarnya adalah sebuah ‘clone’ i80486DX dengan
kecepatan internal 133MHz dan clock bus 33MHz. Spesifikasi Pentium yang didapat
AMD saat merancang K5 versi-versi selanjutnya dan Cyrix saat merancang 6×86
hanyalah terbatas pada spesifikasi pin-pin Pentium. Mereka tidak diberi akses
ke desain aslinya. Bahkan IBM tidak mampu membuat Intel bergeming (Cyrix,
mempunyai kontrak terikat dengan IBM sampai tahun 2005). Mengenai rancangan AMD
K6, tahukah anda bahwa K6 sebenarnya adalah rancangan milik NexGen? Sewaktu Intel menyatakan
membuat unit MMX, AMD mencari rancangan MMX dan menambahkannya ke K6. Sayangnya
spesifikasi MMX yang didapat AMD sepertinya bukan yang digunakan Intel, sebab
terbukti K6 memiliki banyak ketidakkompatibilitas instruksi MMX dengan Pentium
MMX.
11) Pada tahun
1997, Intel meluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang
memiliki 2 inovasi: cache memori tidak menjadi 1 dengan inti prosesor seperti
Pentium Pro , namun berada di luar inti namun berfungsi dengan kecepatan processor.
Inovasi inilah yang menyebabkan hilangnya kekurangan Pentium Pro (masalah
pengosongan cache) Inovasi kedua, yaitu SEC (Single Edge Cartidge), Kenapa?
Karena kita dapat memasang prosesor Pentium Pro di slot SEC dengan bantuan
adapter khusus. Tambahan : karena cache L2 onprocessor, maka kecepatan cache =
kecepatan processor, sedangkan karena PII cachenya di”luar” (menggunakan
processor module), maka kecepatannya setengah dari kecepatan processor.
Disebutkan juga penggunaan Slot 1 pada PII karena beberapa alasan :
a. Memperlebar
jalur data (kaki banyak – Juga jadi alasan Socket 8), pemrosesan pada PPro dan
PII dapat paralel. Karena itu sebetulnya Slot 1 lebih punya kekuatan di
Multithreading/ Multiple Processor. (sayangnya O/S belum banyak mendukung, benchmark
PII dual processorpun oleh ZDBench lebih banyak dilakukan via Win95 ketimbang
via NT)
b. Memungkinkan
upgrader Slot 1 tanpa memakan banyak space di Motherboard sebab bila tidak ZIF
socket 9, bisa seluas Form Factor(MB)-nya sendiri konsep hemat space ini sejak
8088 juga sudah ada. Mengapa keluar juga spesifikasi SIMM di 286? Beberapa
diantaranya adalah efisiensi tempat dan penyederhanaan bentuk.
c. Memungkinkan
penggunaan cache module yang lebih efisien dan dengan speed tinggi seimbang
dengan speed processor dan lagi-lagi tanpa banyak makan tempat, tidak seperti
AMD/ Cyrix yang “terpaksa” mendobel L1 cachenya untuk menyaingi speed PII
(karena L2-nya lambat) sehingga kesimpulannya AMD K6 dan Cyrix 6×86 bukan cepat
di processor melainkan cepat di hit cache! Sebab dengan spec Socket7 kecepatan
L2 cache akan terbatas hanya secepat bus data/ makin lambat bila bus datanya
sedang sibuk, padahal PII thn depan direncanakan beroperasi pada 100MHz (bukan
66MHz lagi). Point inilah salah satu alasan kenapa intel mengganti chipset dari
430 ke 440 yang berarti juga harus mengganti Motherboard.
12) Pada tanggal
6 Oktober 1998, Intel Corporation meliris prosessor rangkap versi
tercepat Intel® Pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450
MHz, dirancang khusus untuk digunakan pada Prosessor-dual (two-way) Workstation
dan servers. Prosessor baru ini di harapkan mampu membangun sebuah kepercayaan
yang kokoh agar Pentium® II Xeon™ dapat di terima di pasaran dan bisa dijadikan
prosessor dasar bagi semua Workstation dan Servers. Prosessor rangkap
(Dual-processor/two-way) akan membuat para users secara tidak langsung pindah
ke prosessor generasi baru ini, hal ini dikarenakan berbagai problem yang
selama ini pelik di selesaikan oleh prosessor-prosessor terdahulu seperti
Mission-Critical. System Vendor yang mencakup Compaq, Dell, Fujitsu, Gateway,
HP, IBM, Intergraph, NEC, Siemens Nixdorf (SNI), TriStar dan UMAX telah
merencanakan untuk beralih ke Prosessor baru ini yang konon akan membawa mereka
ke tingkat pemrosesan data yang lebih menakjubkan. “Perkembangan teknologi
prosessor Intel terus mendorong cara kerja komputer ke tingkatan yang lebih
tinggi lagi, menghasilkan perluasan yang sangat pesat pada sektor pemasaran
pada Workstation dan Servers”, jelas Anand Chandrasekher, Divisi Produksi
Intel® Workstation. “Suatu tanda yang sangat menggembirakan bagi kami ketika
peluncuran Prosessor Pentium® II Xeon™ ke pasaran; banyak konsumen baru yang
sangat tertarik pada arsitektur Prosessor ini, oleh karena itu peluncuran
perdana Prosessor pentium® II Xeon™ dengan kecepatan 450 MHz, seharusnya mampu
mempercepat trend pengembangan prosessor yang berkecepatan tinggi di masa
kini”. Seperti anggota keluarga yang lain dari Intel® Inside microprocessor,
hal yang paling menonjol pada prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz adalah
Chaches Level 2 (L2) yang lebih besar, kecepatan pemrosesan data, penanganan
khusus pada proteksi arus panas, Kemampuan Multiprosessing, dan 100-MHz Bus
sistem. AGPset Intel® 440GX untuk Workstation dan servers dengan satu atau dua
prosessor mampu menyediakan support memory hingga 20-GB dan Grafik AGP
yang lebih halus dan lebih real. Prosessor ini juga menunjang pengembangan
Sistem Operasi seperti Windows NT(New Technology) untuk Workstation, Windows NT
untuk Servers, Netware dan UNIX. Prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz dengan 512
KB L2 cache seharga $824, sekitar Rp. 5.768.000,- (kurs Rp 7000,- per Dollar);
Prosessor Pentium® II Xeon™ 450 MHz empat jalur (Four-way) jika tidak berhalangan
akan terealisasi di awal tahun 1999.
13) Pada tahun
1999, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium® III Processor.
Processor Pentium III merupakan processor yang diberi tambahan 70 instruksi
baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan pencitraan tingkat tinggi, tiga
dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi video serta pengenalan suara.
Disamping itu pada tahun yang sama Intel juga mengeluarkan prosesor tipe Intel®
Pentium® III Xeon®. Processor Intel ini kembali merambah pasaran server dan
workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang
mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah dapat mempercepat pengolahan informasi dari
sistem bus ke processor, yang juga mendongkrak performa secara signifikan.
Processor ini juga dirancang untuk dipadukan dengan processor lain yang
sejenis.
14) Pada tahun
2000, Intel mengeluarkan prosessor dengan tipe Intel® Pentium® 4 Processor.
Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu
menembus kecepatan hingga 3,06 GHz. Pertama kali keluar processor ini
berkecepatan 1.5 GHz dengan form factor pin 423, setelah itu intel merubah form
factor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor
Intel Pentium 4 berkecepatan 1,3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu
menembus kecepatannya hingga 3,4 GHz.
15) Pada tanggal
9 Agustus 2006, Intel Corporation meluncurkan prosesor Intel Core 2 Duo yang
ditujukan bagi PC dan workstation desktop dan laptop consumer dan bisnis –
prosesor dengan teknologi yang dapat menghasilkan kinerja lebih, konsumsi daya
lebih kecil, serta keleluasaan pemakaian bagi para penggunanya.
“Prosesor-prosesor Core 2 Duo adalah prosesor-prosesor terbaik di dunia,” kata
Paul Otellini, Presiden dan CEO Intel. “Terakhir kali industri melihat inti
komputer dibuat kembali seperti ini adalah ketika Intel memperkenalkan prosesor
Pentium. Prosesor Core 2 Duo desktop berisi 291 juta transistor namun hanya
mengkonsumsi daya 40 persen lebih sedikit dan tetap dapat menghasilkan kinerja
yang dibutuhkan bagi aplikasi-aplikasi masa sekarang dan mendatang.” Pada akhirnya, puluhan ribu pelaku usaha akan
menjual komputer-komputer atau komponen-komponen dengan menggunakan
prosesor-prosesor ini.
Prosesor-prosesor
Intel Core 2 Duo dibangun di beberapa fasilitas manufaktur bervolume tinggi dan
canggih di dunia menggunakan proses berteknologi silikon 64-nanometer dari
Intel. Versi PC desktop dari prosesor-prosesor ini juga menghasilkan
peningkatan kinerja hingga 40 persen dan efisiensi daya hingga 40 persen
dibandingkan prosesor terbaik Intel generasi sebelumnya. Menurut beberapa
organisasi review independen, prosesor-prosesor ini memenangkan lebih dari
sembilan dari 10 benchmark kinerja server, PC desktop dan PC gaming. Keluarga
prosesor Intel Core 2 Duo terdiri dari prosesor-prosesor PC desktop yang dibuat
khusus untuk para pengguna dari kalangan usaha, rumah, dan enthusiast, seperti
pemain-pemain game high-end, dan lima prosesor PC mobile yang dirancang untuk
memenuhi kebutuhan gaya hidup mobile. Beragam workstation yang menggunakan
prosesor Intel Core 2 Duo juga akan menghasilkan kinerja yang memimpin industri
dalam hal desain, pembuatan konten dan komputasi teknis. Keluarga prosesor ini
didasarkan pada arsitektur mikro Intel Core yang revolusioner, dirancang untuk
menghasilkan kinerja yang bertenaga namun dengan pemakaian daya efisien. Dengan
kekuatan dua inti, atau mesin komputasi, prosesor-prosesor ini bisa mengerjakan
banyak pekerjaan dengan lebih cepat. Prosesor-prosesor ini juga bisa bekerja
tanpa masalah saat menjalankan lebih dari satu aplikasi, seperti membuat e-mail
ketika sedang men-download musik atau video dan melakukan scan virus. Chip-chip
inti-ganda ini juga meningkatkan performa beragam aplikasi seperti melihat dan
memainkan video definisi tinggi, melindungi PC dan aset-asetnya selama
transaksi e-commerce, dan memungkinkan umur batere yang lebih baik untuk
notebook-notebook yang lebih ramping dan ringan.
Konsumer dan dunia usaha akan memiliki dua pilihan untuk
membeli prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo sebagai bagian dari
platform-platform berfokus pasar utama dari Intel, yang terdiri dari
teknologi-teknologi hardware dan software Intel yang dibuat khusus untuk
kebutuhan-kebutuhan komputasi spesifik, termasuk teknologi Intel vPro untuk
dunia usaha, teknologi bergerak Intel Centrino Duo untuk laptop, dan teknologi
Intel Viiv untuk pengguna di rumah. Prosesor-prosesor Intel Core 2 Duo memiliki
banyak inovasi tingkat lanjut, seperti:
a) Intel Wide Dynamic Execution
Meningkatkan
kinerja dan efisiensi. Masing-masing inti bisa menyelesaikan hingga empat
instruksi penuh secara bersamaan menggunakan sebuah pipeline 14-tahap yang
efisien. Intel Smart Memory Access – Meningkatkan kinerja sistem dengan
menyembunyikan latency memori, yang kemudian mengoptimalkan penggunaan
bandwidth data komputer yang tersedia untuk menyediakan data ke prosesor ketika
dibutuhkan.
b) Intel Advance Smart Cache
Memiliki
sebuah cache atau cadangan memori L2 yang berbagi untuk mengurangi daya dengan
meminimalkan “lalu lintas” memori tapi meningkatkan kinerja dengan memungkinkan
satu inti untuk menggunakan seluruh cache ketika core yang lain sedang tidak
bekerja. Hanya Intel yang menyediakan kemampuan ini di seluruh segmen.
c) Intel Advanced Digital Media Boost
Secara
efektif menggandakan kecepatan eksekusi untuk instruksi-instruksi yang banyak
digunakan di aplikasi-aplikasi multimedia dan grafis. Intel 64 Technology –
Penambahan ke arsitektur Intel 32-bit ini mendukung komputasi 64-bit, termasuk
memungkinkan prosesor untuk mengakses memori yang lebih besar.
d) Intel Dynamic Power Coordination
Mengkoordinasikan
transisi-transisi Enhanced Intel SpeedStep® Technology dan tahap manajemen daya
idle (C-states) secara independen per inti untuk membantu mengirit daya.
e) Intel Dynamic Bus Parking
Memungkinkan
penghematan daya dan umur batere yang lebih baik dengan memungkinkan chipset
untuk menurunkan daya bersama dengan prosesor dalam modus frekuensi rendah Enhanced Intel Deeper Sleep dengan Dynamic Cache
Sizing – Menghemat daya dengan “menguras” data cache ke memori sistem selama
periode ketidak-aktifan untuk menurunkan voltasi prosesor.
16) Pada tahun
2008, dikeluarkan produk terbarunya yaitu prosessor tipe Intel Core 2 Extreme
Quad Core. Produk terbarunya tersebut diberi nama Core 2 Extreme QX9300
processor dengan fitur 45W TDP dan memberikan perhatian khusus pada sisi
pendingin atau cooling system. The New Intel Core 2 Extreme QX9300 ini memiliki
Core clock set pada 2.53GHz dan mengusung FSB atau Front Side Bus sebesar 1066
serta memiliki cache memory sebesar 12MB. Acara peluncuran prosesor quad core
ini hanya 2hari sebelum jadwal IDF 2008 dimulai. Untuk masalah harga, The New
Core 2 Extreme ini memberikan fasilitas yang cukup menjanjikan namun harga yang
ditawarkan relative murah untuk kemampuan sebuah processor yang luar biasa.
Adapun harga
untuk mobile processor ini berkisar $1038 dimana pihak Intel telah melakukan
sedikit kesepakatan untuk menentukan harga dari processor QX9300 ini. Sebagai
perbandingan, Dual Core Mobile Chip dengan fitur sejenis yaitu clock speed
sebesar 2.53Ghz dengan harga $340, namun kinerja nya 3x lebih lambat jika
dibandingkan dengan QX9300. Tentu saja jika ingin menyamai QX9300 maka penggunanya
akan membayar harga yang lebih mahal. Berdasarkan sumber lain dari tim
pengembang Quad Core, pengembangan pun akan dilakukan untuk merambah pangsa
pasar desktop.
17) Intel juga
meliris jenis prosesor lain yaitu dengan nama Core 2 Quad Q8200. Prosesor ini
memiliki Core clock sebesar 2.33GHz dan direncanakan untuk diperkenalkan pada
bulan Agustus tepatnya tanggal 31. Processor ini memiliki FSB atau front side
bus sebesar 1333 dan besar cache memory 4MB. Berdasarkan keterangan pihak
Intel, harga untuk prosesor ini yaitu sebesar $224, dimana ini merupakan harga
pasti dan pihak Intel telah memproduksi ribuan unit prosesor ini untuk
dipasarkan secara luas. Sehingga Q8200 ini menjadi processor termurah dikelas
quad core processor yang mengusung teknologi 45nm fabrication technology line.
Processor Q9300 dengan core clock 2.5GHz dan Processor Q9400 dengan clock
2.66GHz dipasarkan dengan harga $266.
18) Prosesor i3,
i5, i7, dan i9
Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel
sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5,
dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel
Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan
dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai
jajaran baru prosesor notebook ini.
a)
Nehalem
Semua
prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi
nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang
lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa
hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika
dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya.
b)
Penggabungan komponen
Pada
Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam prosesor.
Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam
prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan
dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara
prosesor dan memori menjadi lebih tinggi. Pada prosesor Core i3 M, Core
i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal
tersebut tentu saja membuat kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA
onboard terdahulu.
c)
Efisiensi daya, maksimalisasi performa
Pada Core2
Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3
GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat
prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga.
Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh:
Apitunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3
GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya
ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada
Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core),
kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan
maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap
beristirahat untuk menghemat energi.
d)
Hyper-threading (HT)
Sebagai
analogi, anggap sebuah prosesor dengan dua inti (dual core) adalah sebuah ruang
dengan dua orang di dalamnya. Pada saat satu orang diminta memasak, kedua
tangannya akan bekerja. Akan tetapi, orang ini sebenarnya masih bisa menerima
telepon sembari memasak, bukan?
Hal yang
sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut
yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah
perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari
prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak
bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor
tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Sebuah inti
prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh:
Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2
pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem
mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pendahulunya.
e)
Turbo boost
Kemampuan
ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi
Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika
sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat
lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada
umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari kita ambil
contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi dayanya
adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam Core i5 memakan
10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W, bukan?
Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih
cepat, sementara software tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia? Sisa jatah
konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan Turbo boost.
Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1 intinya bisa
dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa jatah
konsumsi daya dan memperhatikan temperature prosesor. Jadi, prosesor 35W ini
tidak akan melampaui konsumsi dayanya, dan tidak akan kepanasan. Sementara itu,
software dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
f)
Arrandale
Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM
dengan Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih
menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga besar sekali, teknologi 45
nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih panas. Selain itu, Core i7 QM
juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor berinti 4-nya (Quad core).
Arrandale
adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan
teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini,
Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan
tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin
dibandingkan Core i7.
g)
Perbandingan Prosesor
Berikut deskripsi lebih jelasnya mengenai ketiga
produk ini:
a.
Intel Core i7
Core i7 sendiri merupakan processor pertama dengan
teknologi “Nehalem”. Nehalem menggunakan platform baru yang betul-betul berbeda
dengan generasi sebelumnya. Salah satunya adalah mengintegrasikan chipset MCH
langsung di processor, bukan motherboard. Nehalem juga mengganti fungsi FSB
menjadi QPI (Quick Path Interconnect) yang lebih revolusioner.
b.
Intel Core i5
Jika Bloomfield adalah codename untuk Core i7 maka
Lynnfield adalah codename untuk Core i5. Core i5 adalah seri value dari Core i7
yang akan berjalan di socket baru Intel yaitu socket LGA-1156. Tertarik begitu
mendengar kata value ? Tepat ! Core i5 akan dipasarkan dengan harga sekitar
US$186. Kelebihan Core i5 ini adalah ditanamkannya fungsi chipset Northbridge
pada inti processor (dikenal dengan nama MCH pada Motherboard). Maka
motherboard Core i5 yang akan menggunakan chipset Intel P55 (dikelas
mainstream) ini akan terlihat lowong tanpakehadiran chipset northbridge. Jika
Core i7 menggunakan Triple Channel DDR 3, maka di Core i5 hanya menggunakan
Dual Channel DDR 3. Penggunaan dayanya juga diturunkan menjadi 95 Watt. Chipset
P55 ini mendukung Triple Graphic Cards (3x) dengan 1×16 PCI-E slot dan 2×8 PCI-E slot. Pada Core i5 cache
tetap sama, yaitu 8 MB L3 cache.
Intel juga
meluncurkan Clarksfield, yaitu Core i5 versi mobile yang ditujukan untuk
notebook. Socket yang akan digunakan adalah mPGA-989 dan membutuhkan daya yang
terbilang cukup kecil yaitu sebesar 45-55 Watt.
c.
Intel Core i3
Intel Core i3 merupakan varian paling value
dibandingkan dua saudaranya yang lain. Processor ini akan mengintegrasikan GPU
(Graphics Processing Unit) alias Graphics On-board didalam processornya.
Kemampuan grafisnya diklaim sama dengan Intel GMA pada chipset G45. Selain itu
Core i3 nantinya menggunakan manufaktur hybrid, inti processor dengan 32nm,
sedangkan memory controller/graphics menggunakan 45nm. Code produk Core i3
adalah “Arrandale”.
h)
Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan
tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad
core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor
dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8
inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan
mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan
Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe
Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja,
ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.
i)
Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan
performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative
rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki
performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7
M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi.
Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga
yang relatif lebih terjangkau.
j)
Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti
prosesor (dual core). Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya
tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam
hal performa. Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk
pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D
ringan pun bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan
mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak mencekik.
k)
Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3
tetap memikat. Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara
maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard
terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur
terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2
Duo.
l)
Pengujian Singkat
Software yang merupakan simulasi penggunaan berbagai
aplikasi (MS Office, Adobe, 3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa
bahkan Core i3 330 dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600. Software yang
serupa dengan SYSmark ini lebih menitikberatkan pada aplikasi sederhana yang
umum digunakan notebook. Hasil ujinya tidak jauh berbeda dengan yang
sebelumnya. 3DMark 2006 adalah software uji kemampuan grafis. Dari pengujian
ini tampak bahwa Core i3 330M saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA
onboard yang dipasangkan pada Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD). Intel
mengeluarkan Prosesor generasi terbaru yaitu Intel i9 “code name GULFTOWN”
[analogi dari i7 + 2, dengan 6 core fisik, sehingga dengan begitu total thread
count dapat mencapai 12 thread paralel ] dengan 12 MB L3, Rilis pertengahan
2010.
m)
Intel Atom
Intel Atom adalah prosesor ultra low power baru dari
Intel dengan kode produksi Diamondville, merupakan prosesor paling hemat energi
saat ini untuk PC desktop, prosesor ini hanya membutuhkan daya sebesar 1 – 2,5
Watt atau hanya sekitar 3% dari daya yang dibutuhkan oleh Prosesor Intel Core 2
Duo (65 Watt), namun dapat memberikan kemampuan desktop PC X86 seutuhnya, untuk menggenjot fungsi multimedia.
Intel Atom dilengkapi dengan dukungan Streaming SIMD Extensions 3 (SSE3). Prosesor Intel atom diproduksi dengan teknolgi
45nm, dengan 47juta transistor didalamnya dan ukuran fisik kurang dari 26mm
persegi, merupakan prosesor Intel terkecil saat ini. PC desktop berbasis Intel
ATOM diberi istilah NETTOP yang dapat diartikan sebagai PC yang “low–cost”.
“Bukan hanya dari sisi harga yang terjangkau, lebih dari itu sebenarnya Intel
telah memulai era hemat energi pada dunia komputer khususnya desktop PC
sehingga pengertian low-cost akan mencapai pada biaya pemakaian harian dan kami
memulainya pertama kali di Makassar,” demikian disampaikan oleh Wandy Effendi,
Managing Director Elextra Komputer, melalui media rilis, Rabu 17 September. PC Hybrid
Grand SC530 yang berbasis ATOM cocok untuk semua kalangan, mulai dari siswa
yang baru mulai belajar menggunakan komputer sampai dengan professional
dikantor, ketika di test, PC Hybrid Grand SC530 ternyata sangat responsif
menjalankan aplikasi office (internet, pengetikan, kalkulasi, tabulasi dan
presentasi), serta memadai pada fungsi multimedia seperti memutar musik dan
video.
C. Sejarah
Perkembangan Microprocessor
1)
Intel Processor 1971 : 4004 Microprocessor. Pada tahun 1971 munculah
microprocessor pertama Intel , microprocessor 4004 ini digunakan pada mesin
kalkulator Busicom. Dengan penemuan ini maka terbukalah jalan untuk memasukkan
kecerdasan buatan pada benda mati.
2)
1972 : 8008 Microprocessor. Pada tahun 1972 munculah microprocessor 8008
yang berkekuatan 2 kali lipat dari pendahulunya yaitu 4004.
3) 1974 : 8080 Microprocessor. Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.
3) 1974 : 8080 Microprocessor. Menjadi otak dari sebuah komputer yang bernama Altair, pada saat itu terjual sekitar sepuluh ribu dalam 1 bulan.
4)
Tahun 1978 : 8086-8088 Microprocessor. Sebuah penjualan penting dalam
divisi komputer terjadi pada produk untuk komputer pribadi buatan IBM yang
memakai processor 8088 yang berhasil mendongkrak nama intel.
5)
Tahun 1982 : 286 Microprocessor. Intel 286 atau yang lebih dikenal dengan
nama 80286 adalah sebuah processor yang pertama kali dapat mengenali dan
menggunakan software yang digunakan untuk processor sebelumnya.
6)
Tahun 1985 : Intel386™ Microprocessor. Intel 386 adalah sebuah processor yang memiliki 275.000 transistor yang
tertanam diprosessor tersebut yang jika dibandingkan dengan 4004 memiliki 100 kali lipat lebih
banyak dibandingkan dengan 4004
7)
Tahun 1989 : Intel486™ DX CPU Microprocessor. Processor yang pertama kali
memudahkan berbagai aplikasi yang tadinya harus mengetikkan command-command
menjadi hanya sebuah klik saja, dan mempunyai fungsi komplek matematika
sehingga memperkecil beban kerja pada processor.
8)
Tahun 1993 : Intel® Pentium® Processor. Processor generasi baru yang mampu
menangani berbagai jenis data seperti suara, bunyi, tulisan tangan, dan foto.
9)
Tahun 1995 : Intel® Pentium® Pro Processor. Processor yang dirancang untuk
digunakan pada aplikasi server dan workstation, yang dibuat untuk memproses
data secara cepat, processor ini mempunyai 5,5 jt transistor yang tertanam.
10) 1997 :
Intel® Pentium® II Processor. Processor Pentium II merupakan processor yang
menggabungkan Intel MMX yang dirancang secara khusus untuk mengolah data video,
audio, dan grafik secara efisien. Terdapat 7.5 juta transistor terintegrasi di
dalamnya sehingga dengan processor ini pengguna PC dapat mengolah berbagai data
dan menggunakan internet dengan lebih baik.
11) 1998 :
Intel® Pentium II Xeon® Processor. Processor yang dibuat untuk kebutuhan pada
aplikasi server. Intel saat itu ingin memenuhi strateginya yang ingin
memberikan sebuah processor unik untuk sebuah pasar tertentu.
12). 1999 :
Intel® Celeron® Processor. Processor Intel Celeron merupakan processor yang
dikeluarkan sebagai processor yang ditujukan untuk pengguna yang tidak terlalu
membutuhkan kinerja processor yang lebih cepat bagi pengguna yang ingin
membangun sebuah system computer dengan budget (harga) yang tidak terlalu
besar. Processor Intel Celeron ini memiliki bentuk dan fromfactor yang sama
dengan processor Intel jenis Pentium, tetapi hanya dengan instruksi-instruksi
yang lebih sedikit, L2 cache-nya lebih kecil, kecepatan (clock speed) yang
lebih lambat, dan harga yang lebih murah daripada processor Intel jenis
Pentium. Dengan keluarnya processor Celeron ini maka Intel kembali memberikan
sebuah processor untuk sebuah pasaran tertentu.
13) 1999 :
Intel® Pentium® III Processor. Processor Pentium III merupakan processor yang
diberi tambahan 70 instruksi baru yang secara dramatis memperkaya kemampuan
pencitraan tingkat tinggi, tiga dimensi, audio streaming, dan aplikasi-aplikasi
video serta pengenalan suara.
14) 1999 :
Intel® Pentium® III Xeon® Processor. Intel kembali merambah pasaran server dan
workstation dengan mengeluarkan seri Xeon tetapi jenis Pentium III yang
mempunyai 70 perintah SIMD. Keunggulan processor ini adalah ia dapat
mempercepat pengolahan informasi dari system bus ke processor , yang juga
mendongkrak performa secara signifikan. Processor ini juga dirancang untuk
dipadukan dengan processor lain yang sejenis.
15) 2000 :
Intel® Pentium® 4 Processor. Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang
kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali
keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah
itu intel merubah fromfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang
dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru
yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.
16) 2001 :
Intel® Xeon® Processor. Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel
Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server.
Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4
serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.
17) 2001 :
Intel® Itanium® Processor. Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit
yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai
tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda
dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly
Parallel Instruction Computing ( EPIC ).
18) 2002 :
Intel® Itanium® 2 Processor . Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga
Itanium.
19) 2003 :
Intel® Pentium® M Processor. Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah
komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan
pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.
20) 2004 : Intel
Pentium M 735/745/755 processors Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur
baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan
seri-seri Pentium M sebelumnya.
21) 2004 : Intel
E7520/E7320 Chipsets 7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan
konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.
22) 2005 : Intel
Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar
pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya,
processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB
L2 cache, dan Hyper Threading.
23) 2005 : Intel
Pentium D 820/830/840 Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena
menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz
FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada
processor jenis ini juga disertakan dukungan Hyper Threading.
24) 2006 : Intel
Core 2 Quad Q6600 Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang
ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan
konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses
tiap core ), 1.06GHz Front-side bus dan thermal design power ( TDP )
25) Tahun 2006 :
Intel Quad-core Xeon X3210/X3220 Processor yang digunakan untuk tipe server dan
memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz,
berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk
tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power (TDP).
26) 2008 : Intel
i7
Processor ini mempunyai code name Nehalem. Pada
awalnya penggantian nama baru i7 membuat pelanggan setia intel cukup sulit
mengingatnya. Beberapa keunggulan dari processor intel terbaru ini adalah:
a. Memiliki
performa lebih tinggi dan lebih efisien dalam penggunaan energi.
b. FSB (Front
Side Bus) digantikan dengan QuickPath Interface.
c. Memory
Controller ada dalam processor, tidak seperti yang sebelumnya terpisah dalam
chip tersendiri. Dengan teknologi ini memori akan langsung terhubung dengan
processor.
d. Support
Three Channel Memory , tiap – tiap kanal berisi 2 slot memori, sehingga total
slot yang ada dalam mainboard yang mendukung processor ini ada 6 slot. - Processor Core i7 sementara ini hanya
mendukung memori jenis DDR 3.
e. Core i7 menggunakan
single-die device : core (inti processor), memory controller, dan cache berada
dalam satu die.
f.
Menggunakan tipe socket baru yaitu Socket B (Socket LGA 1366) Selain
hal-hal baru diatas, ternyata justru didalam processor Core i7 ini menggunakan
kembali teknologi lama Intel Pentium yang sudah tidak diaplikasikan didalam
generasi Intel Core, yaitu Hyper-Threading . Dengan adanya teknologi
Hyper-Threading ini dalam sistem
operasi ( Windows,Linux, dll) seolah –
olah inti processor akan menjadi 2 kali lipatnya, misalnya : dalam sistem
operasi processor Core i7 4 core akan terdeteksi menjadi 8 core. Processor i7
mempunyai 4 core ( 4 inti processor) atau lebih sering disebut dengan Quad
Processor.
Grafik 1. Kecepatan
prosesor terhadap tahun keluar

Grafik 2. Jumlah transistor terhadap
tahun keluar

Grafik 3. Lebar data prosesor terhadap tahun keluar
BAB III
SIMPULAN
CPU (Central Processing Unit) atau Processor
adalah komponen berupa chip atau IC berbentuk persegi empat yang merupakan otak
dan pengendali proses kinerja komputer, dengan dibantu oleh komponen lainnya.
Bagian – bagian dalam processor adalah ALU (Arithmetic and Logical Unit)
yang bertugas melakukan semua perhitungan aritmatika (matematika) yang terjadi
sesuai dengan intruksi program, CU (Control Unit) CU merupakan pengatur
lalu lintas data yang mempunyai fungsi mengatur dan mengendalikan alat input
dan output dan MU (Memory Unit) adalah alat penyimpanan kecil yang
mempunyai kecepatan akses cukup tinggi. Digunakan untuk menyimpan data dan
intruksi yang sedang diproses.
Perkembangan Processor yaitu , Pada tahun 1971 prosesor dikeluarkan
processor prosesor i4040. Pada tahun 1977 muncul prosessor tipe 8085, clock
generatornya onprocessor, cikal bakalnya penggunaan single voltage +5V
(implementasi sampai dengan 486DX2, pada DX4 mulai +3.3V, dst). Pada tahun 1978
muncul prosessor i8086, prosesor ini memiliki register 16-bit, bus data
eksternal 16-bit, dan memori addressing 20-bit. Prosessor ini juga dilengkapi
dengan teknologi HMOS, komponen pendukung bus 16 bit sangat langka. Pada tahun 1985, diluncurkan desain prosesor
yang sama sekali baru: i80386 sebuah prosesor 32-bit. Sekitar tahun 1989
diluncurkan i80486DX. Pada tahun 1993, prosesor Pentium, Peningkatannya
terhadap i80486 struktur PGA yang lebih besar (kecepatan yang lebih). Pada
tahun 1995, kemunculan Pentium Pro. Inovasi disatukannya cache memori ke dalam
prosesor menuntut dibuatnya socket 8. Pada tahun 1996, prosesor Pentium MMX.
Pada tahun 1997, diluncurkan Pentium II, Pentium Pro dengan teknologi MMX yang
memiliki 2 inovasi. ) Pada tahun 2001 : Intel® Itanium® Processor. Itanium adalah
processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan
workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur
yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan
teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ). Pada tahun 2001 :
Intel® Xeon® Processor. Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor
Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Pada tahun
2006 : Intel Core 2 Quad Q6600 Processor untuk type desktop dan digunakan
pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2
buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang
dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus dan thermal design power (
TDP ) dan Tahun 2006 : Intel Quad-core Xeon X3210/X3220 Processor yang
digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing
memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache (
dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan
thermal design power (TDP). Pada tahun 2008, di keluarkan prosessor tipe Core 2 . Masalah pada processor
biasanya menyebabkan tampilan pada layar blank tanpa bunyi apa pun. Hal
ini terjadi karena:
a)
Processor mati atau rusak
b)
Processor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena
melakukan overclock atau karena kipas pada processor tidak
berfungsi.
b. Solusinya
adalah dengan mengganti dengan processor yang baru.
a)
Processor mati atau rusak
b)
Processor terbakar akibat suhu terlalu panas yang karena
melakukan overclock atau karena kipas pada processor tidak
berfungsi.
b. Solusinya
adalah dengan mengganti dengan processor yang baru.
Dari grafik yang telah ada, pekembangan jumlah
transistor setiap tahunnya sangat signifikan dan pesat. Dan sekarang pun lebar
data prosesor setiap tahunnya semakin besar.
Sumber Referensi :
http://angelia-saimin.blogspot.com/2013/12/jurnal-arsitektur-komputer-tentang.html, diakses 9 Mei 2015 pukul 21:00))
http://renaldo46.blogstudent.mb.ipb.ac.id/2011/06/07/perkembangan-processor-dari-generasi-ke-generasi/ , diakses 12 Desember pukul 11:23)
http://fatanhunter.blogspot.com/2013/09/statistik-perbandingan-besar-prosesor.html/, diakses 12 Desember 2013 pukul 12:40)
Nama :
Asri Safirannisa
Kelas : 2IA17
NPM :
51413445

Tidak ada komentar:
Posting Komentar